Sekolah Rakyat Segera Hadir di Indramayu, Fokuskan Layanan Pendidikan untuk Anak Miskin Ekstrem
INDRAMAYU, Infojabaronline.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Bupati Indramayu Lucky Hakim melakukan kunjungan kerja ke Gedung Wisma Haji Indramayu, Rabu (7/5/2025). Kunjungan tersebut menandai dimulainya rencana revitalisasi gedung menjadi Sekolah Rakyat berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan inklusif, terutama bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan secara sosial dan ekonomi.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang kesulitan mengakses pendidikan karena hambatan ekonomi, geografis, atau sosial. “Mencapai 52% penduduk miskin nasional berada di Jawa, termasuk di Indramayu. Maka Jawa menjadi prioritas,” ungkapnya.
Model sekolah berasrama dianggap lebih efektif untuk memastikan keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dengan tinggal di asrama, siswa akan mendapatkan lingkungan belajar yang terstruktur, aman, dan jauh dari risiko putus sekolah.
Gedung Wisma Haji yang sudah memiliki fasilitas dasar seperti ruang kelas, kamar tidur, dan aula, dipilih karena dinilai memadai untuk dijadikan sekolah berasrama. Renovasi hanya akan bersifat minor, dan pembangunan ditargetkan mulai bulan depan dengan penyelesaian pada Juni 2025, bertepatan dengan tahun ajaran baru 2025/2026.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terlibat dalam proses survei teknis dan penghitungan biaya renovasi.
Rekrutmen tenaga pendidik dan kepala sekolah akan dilakukan secara kolaboratif oleh Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, Pemda, BPS, serta perangkat desa dan kecamatan. Proses seleksi siswa dilakukan berdasarkan data keluarga miskin ekstrem yang diverifikasi secara berlapis mulai dari tingkat RT/RW hingga BPS.

“Bupati akan menandatangani daftar siswa setelah verifikasi selesai. Ini untuk memastikan program benar-benar menyasar yang membutuhkan,” kata Gus Ipul.
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat akan dibuka untuk jenjang SMP dan SMA, sedangkan jenjang SD akan menyusul kemudian. Sekolah ini juga akan menerima anak-anak yang putus sekolah atau belum terdata di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Model pendidikan berasrama seperti ini bukan hanya memberikan akses pendidikan formal, tetapi juga pendidikan karakter, kemandirian, dan lingkungan belajar yang sehat. Bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, sekolah berasrama membuka jalan keluar dari lingkaran kemiskinan antar generasi.
“Ini bukan sekadar bangunan sekolah, tapi investasi masa depan anak-anak yang tak punya pilihan lain. Negara hadir agar mereka punya masa depan,” pungkas Gus Ipul.
Pemerintah optimistis, melalui pendekatan kolaboratif dan sistem pendidikan yang terarah, Sekolah Rakyat akan menjadi model pendidikan berbasis kesetaraan sosial di Indonesia.**


