Home » Riuh Tawa Pendidik Sumedang di Panggung Merah Putih

Riuh Tawa Pendidik Sumedang di Panggung Merah Putih

SUMEDANG, INFOJABARONLINE –Mendung tipis memang sempat menaungi langit Sumedang, namun semangat ratusan kepala sekolah, guru, pengawas, hingga pegawai Dinas Pendidikan tak ikut meredup. Pagi itu, di halaman beralas paving blok, riuh tawa pecah seperti kembang api di siang hari, mengiringi perayaan HUT RI ke-80 yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

Sejak pukul tujuh pagi, langkah mereka sudah serempak menyusuri jalan kota lewat lomba gerak jalan. Start dan finish di kantor Disdik Sumedang, perjalanan itu lebih terasa sebagai arak-arakan persaudaraan ketimbang sekadar perlombaan. Begitu kembali ke halaman kantor, suasana kian meriah. Sebuah panggung kecil berdiri dengan latar kain putih, denting keyboard mengalun, mikrofon bersiaga, seolah siap menjadi jembatan antara panggung dan tawa penonton.

Di depan panggung, para kepala sekolah dan guru melebur dalam keriangan. Ada yang menari lepas, melambaikan tangan mengikuti irama; ada pula yang bercengkerama ringan dengan senyum hangat. Warna merah mendominasi pemandangan, dari kaus hingga kerudung, menghadirkan kesan semangat yang seragam. Sesekali warna biru, hijau, dan putih menyelip, menjadi aksen yang menyejukkan. Di sisi lain, deretan ibu-ibu duduk santai sambil menyaksikan rekan-rekannya beraksi, sementara kotak hadiah berpindah tangan menambah kejutan di tengah riuh tawa.

Lebih dari sekadar lomba atau hiburan, perayaan ini menghadirkan ruang temu yang hangat. Foto-foto yang terekam tak hanya menampilkan keceriaan, tapi juga bercerita tentang bagaimana para pendidik mampu menukar sejenak keseriusan kerja dengan tawa lepas, menemukan kembali jiwa anak-anak yang ceria. Musik yang sederhana berubah menjadi bahasa pemersatu, panggung mungil menjelma arena kebersamaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E, menegaskan bahwa inti kegiatan ini ada pada kebersamaan. “Beragam lomba dalam rangka memeriahkan HUT RI tak sekadar hiburan semata, melainkan lebih kepada menjalin harmonisasi, kebersamaan sesama praktisi pendidikan. Semoga, dengan kebersamaan ini bisa lebih meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Dan benar adanya, pagi itu Sumedang memberi pesan sederhana: kemerdekaan tak hanya dirayakan dengan upacara khidmat, tapi juga dengan tawa yang menyatukan. Layaknya merah putih yang selalu berkibar meski diterpa angin, semangat para pendidik ini menjadi tanda bahwa pendidikan yang kokoh lahir dari hati yang kompak, riang, dan penuh gotong royong. (Elang Salamina)