Revitalisasi SMK Yabanus Sumedang Senilai Rp1,098 Miliar Masuki Tahap Akhir: Tiga Lokal Dibangun, Pengawasan Diperketat
Sumedang, INFO JABAR ONLINE – Program revitalisasi SMK Yabanus Sumedang yang bersumber dari bantuan Kementerian Pendidikan memasuki babak penting. Dengan pagu anggaran Rp1,098 miliar, pembangunan tiga ruang kelas kini berada di tahap finishing, meliputi penyempurnaan lantai dan pengecatan. Penelusuran lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan berjalan sesuai prosedur, dengan pengawasan ketat dari internal sekolah maupun unsur eksternal. (03/12/25).
Kepala SMK Yabanus, Muhammad Irfan Nur Arif, S.E., M.M, menegaskan bahwa pihak sekolah menerapkan prinsip akuntabilitas dalam setiap tahapan.
“Kami berkomitmen memastikan program revitalisasi ini berjalan tertib, transparan, dan sesuai aturan. Pembangunan ini bukan hanya soal fisik, tetapi investasi kualitas pendidikan,” ujarnya.
Ketua pelaksana, Saepul, mengungkapkan bahwa pekerjaan mayoritas telah rampung.
“Progres sudah mencapai tahap finishing. Seluruh pekerjaan mengacu pada juknis. Kami pastikan setiap kegiatan sesuai spek dan tidak ada penyimpangan,” tegasnya.
Pengawasan internal diperkuat oleh Nopri selaku ketua tim sekolah. Ia menekankan pentingnya kontrol berlapis untuk memastikan dana pembangunan digunakan sesuai kebutuhan.
“Swakelola memungkinkan efisiensi, tetapi juga menuntut pengawasan ekstra. Setiap pembelian material, pengerjaan, dan progres fisik kami cek secara berkala,” jelasnya.
Humas sekolah, Jeje, menambahkan bahwa laporan harian dan dokumentasi progres menjadi standar wajib.
“Komunikasi semua unsur berjalan baik. Ketepatan waktu dan kualitas tetap menjadi prioritas,” katanya.
Pelaksanaan program juga didampingi oleh aparat TNI sesuai MoU antara kementerian dan Kodam. Sertu Asep Tresno, Babinsa Sumedang Utara, menjadi pendamping lapangan yang memonitor jalannya pembangunan.

Dalam keterangannya, ia menegaskan pentingnya integritas dalam mengawal program pemerintah.
“Harapan kami, kolaborasi lembaga kami dengan kementerian menjadi teladan dalam menjalankan amanah negara. Ini bagian dari pengabdian kami kepada bangsa, sehingga integritas adalah pondasi utama,” tegasnya.
Kehadiran pendamping TNI ini bukan hanya bentuk dukungan keamanan, tetapi juga pengawasan moral untuk memastikan kegiatan bebas dari praktik bermasalah.
Guru SMK Yabanus, Sindi Sarya Pratama, S.Pd, menilai revitalisasi ini akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan, terutama dalam kesiapan siswa menghadapi kompetensi dunia kerja.
“Ruang belajar yang lebih layak akan meningkatkan konsentrasi belajar siswa dan kenyamanan guru dalam mengajar. Dampaknya akan langsung terasa dalam aktivitas pembelajaran,” katanya.
Peninjauan langsung menunjukkan:
• Pembangunan tiga lokal sesuai dengan dokumen teknis,
• Progres pengerjaan sesuai jadwal,
• Pengawasan dilakukan berlapis,
• Tidak ditemukan hambatan berarti maupun indikasi penyimpangan.
Sistem pelaporan harian dan pengecekan rutin oleh pihak sekolah serta pendamping TNI memperkuat penilaian bahwa proyek berjalan sesuai ketentuan.
Dengan tahap finishing yang sedang disempurnakan, revitalisasi ini ditargetkan rampung tepat waktu. Pihak sekolah berharap hasil pembangunan dapat menjadi standar baru bagi peningkatan mutu sarana pendidikan vokasi di wilayah Sumedang.**


