Home » Perkimtan Sumedang Genjot Pembangunan Jalan Hotmix dan PSU Berkualitas

Perkimtan Sumedang Genjot Pembangunan Jalan Hotmix dan PSU Berkualitas

Oplus_131072

SUMEDANG, INFOJABARONLINE — Di tengah riuh pembangunan fisik yang menggema di berbagai daerah, langkah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sumedang pada tahun 2025 hadir layaknya denyut jantung yang bekerja senyap namun teratur. Melalui pembangunan jalan lingkungan berlapis hotmix serta penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), dinas ini tidak sekadar menambal jalan, tetapi tengah menenun keterhubungan antara ruang dan kesejahteraan warganya.

Program pembangunan jalan lingkungan beraspal hotmix yang kini merata di berbagai kecamatan menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi masyarakat. Puluhan ruas jalan lingkungan telah diperbaiki dan ditata ulang, memuluskan langkah warga dari perumahan menuju pusat kegiatan sosial dan ekonomi. Jalan-jalan kecil itu kini menjelma menjadi urat nadi baru bagi pergerakan sosial Sumedang, tempat harapan dan aktivitas saling bertemu di setiap langkahnya.

Menurut Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkimtan Kabupaten Sumedang, Sonjaya, S.Sos., M.M, keberhasilan pembangunan jalan lingkungan tersebut tidak terlepas dari komitmen terhadap kualitas di setiap tahap pekerjaan.

“Setiap meter jalan yang kami bangun adalah amanah. Kami pastikan kualitasnya kuat secara teknis, rapi secara visual, dan sesuai standar mutu, karena pada akhirnya yang kami bangun adalah kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Sonjaya, saat dihubungi lewat panggilan WhatsApp, belum lama ini.

Ia menambahkan, pendekatan yang diterapkan bukan hanya teknis, tetapi juga moral. Pembangunan infrastruktur dianggap sebagai wujud tanggung jawab sosial untuk memastikan setiap warga memiliki akses yang layak dan manusiawi.

Selain pembangunan jalan, komitmen Dinas Perkimtan juga tercermin dalam pemenuhan PSU yang meliputi jalan, drainase, air bersih, serta ruang terbuka. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan kawasan perumahan rakyat tidak hanya berdiri, tetapi juga layak huni dan bermartabat. Melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sumedang tahun ini menerima bantuan pembangunan PSU di sejumlah kawasan, termasuk di Green Permata Residence.

Program tersebut sejalan dengan amanat Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2023, yang menegaskan peran pemerintah dalam menjamin ketersediaan infrastruktur dasar bagi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sonjaya menegaskan, pengawasan terhadap para pengembang juga terus dilakukan agar penyerahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dapat dilakukan tepat waktu.

“Kita tidak hanya membangun fisik, tapi juga menegakkan etika tata ruang. Ini bagian dari tanggung jawab moral pemerintah untuk menyeimbangkan kepentingan publik dan swasta,” ujarnya.

Secara tata kelola, capaian Dinas Perkimtan sejalan dengan semangat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang menuntut setiap organisasi perangkat daerah menautkan program dengan indikator kinerja secara terukur. Laporan realisasi APBD Semester I 2025 menunjukkan tingkat serapan dan kinerja fisik di atas 80 persen untuk program infrastruktur lingkungan. Sebuah angka yang mencerminkan kerja nyata di lapangan.

Meski begitu, Sonjaya menyadari pekerjaan belum selesai. “Setiap jalan baru memanggil tanggung jawab baru: pemeliharaan, keberlanjutan, dan pemerataan. Membangun jalan bukan sekadar menumpuk aspal hotmix, melainkan menanam masa depan,” katanya.

Dengan pijakan itu, Sumedang tengah menapaki arah baru menuju tata ruang yang lebih tertib, terhubung, dan berkeadilan. Sebab, ruang yang tertata bukan hanya cermin peradaban, tetapi taman harapan bagi warganya. Tempat di mana pembangunan bukan sekadar proyek, melainkan perjalanan panjang menuju kehidupan yang lebih baik.

Elang Salamina