Pacu Semangat Baru : Dinsos Ajak Karang Taruna Sumedang Jadi Motor Penggerak Kesejahteraan Sosial
SUMEDANG, INFOJABARONLINE – Suasana Aula Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumedang pada Jumat, 29 Agustus 2025, terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan rutin, acara ini menjadi momentum untuk menyuntikkan energi baru bagi Karang Taruna se-Kabupaten Sumedang, mendorong mereka untuk bertransformasi dari organisasi pemuda menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan sosial.
Arah Jelas dan Langkah Konkret
Di hadapan para pengurus Karang Taruna Kabupaten Sumedang, dan Para Ketua Karang Taruna Kecamatan se-Kab Sumedang, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Hj. Ani Gestapiani, S.K.M., M.A.P., didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial, Nizar Bebet Meilinasari, S.E., M.M, dan Kabid Rehabilitasi Sosial, Yudi Purwana, S.Pd., M.Pd, memberikan arahan yang tegas dan strategis. Ia menekankan bahwa peran Karang Taruna memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari UU No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial hingga Permensos No. 9 Tahun 2025.
Namun, menurutnya, payung hukum saja tidak cukup. Diperlukan langkah-langkah nyata di lapangan. “Karang Taruna harus menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial,” tegas Ani. Ia menginstruksikan tiga hal utama:
1. Administrasi yang Rapi: Segera melengkapi Surat Keputusan (SK) Pengurus di tingkat desa dan kecamatan.
2. Program Tepat Sasaran: Menyusun program kerja yang digali dari potensi dan kebutuhan unik di setiap wilayah.
3. Semangat Kolaborasi: Membangun dan menjaga sinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat dampak program.
Arahan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah panggilan agar Karang Taruna bergerak lebih lincah dan terarah.
Dari Wacana ke Aksi Nyata: Peluang Kerja ke Jepang
Sebagai bukti bahwa pertemuan ini tidak berhenti di tataran wacana, sebuah langkah terobosan langsung diwujudkan. Momen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Karang Taruna Kabupaten Sumedang dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Insan Muda Suwapraja.
Kerja sama strategis ini berfokus pada penjaringan tenaga kerja untuk dikirim ke Jepang. Sebuah lompatan konkret yang menunjukkan komitmen Karang Taruna untuk hadir langsung di jantung persoalan masyarakat, khususnya pengangguran di kalangan anak muda.
Suara dari Dalam: Tekad dan Tantangan
Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumedang, Yudi Purwana, S.Pd., M.Pd, yang juga menjabat sebagai Kabid Rehabilitasi Sosial, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari sebuah kegelisahan.
“Saya ingin Karang Taruna hadir secara nyata dalam mengurangi angka pengangguran di Sumedang,” ungkap Yudi.
Namun, ia menyadari bahwa tekad kuat harus ditopang oleh fondasi yang kokoh. Menurutnya, tantangan terbesar adalah membangun sumber daya pengurus yang kompeten, memiliki pemahaman mendalam, dan berani menjalin jejaring.
“Tanpa itu, Karang Taruna hanya akan menjadi papan nama yang terpajang di kantor desa,” tegasnya. Pemberdayaan internal, baginya, ibarat menanam pohon: butuh bibit unggul, perawatan konsisten, agar kelak dapat berbuah kesejahteraan bagi masyarakat luas.
Menatap Masa Depan
Tidak berhenti pada program kerja, Karang Taruna Kabupaten Sumedang juga proaktif mengusulkan pembaruan Peraturan Bupati (Perbup) No. 8 Tahun 2006 agar selaras dengan Permensos terbaru. Tujuannya jelas: memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi Karang Taruna untuk berinovasi dan berkarya.
Pembinaan kali ini menjadi penegasan bahwa Karang Taruna Sumedang menolak menjadi penonton pembangunan. Dari aula Dinsos, sebuah pesan kuat menggema: generasi muda Sumedang siap menyalakan obor dan menerangi jalan menuju kesejahteraan sosial di daerahnya.
Elang Salamina


