Home » Milad ke-48 BKPMRI, Ikhtiar Merajut Generasi Qur’ani

Milad ke-48 BKPMRI, Ikhtiar Merajut Generasi Qur’ani

SUMEDANG, INFOJABARONLINE – Mentari pagi di ufuk timur Sumedang seolah tersenyum lebih hangat pada Minggu (14/9/2025). Sinarnya menembus udara sejuk, menjadi saksi bisu saat lautan manusia berbusana senada membanjiri pelataran Pusat Pemerintahan Sumedang. Ini bukan sekadar keramaian biasa, melainkan sebuah parade ukhuwah ribuan ustaz dan ustazah melangkahkan kaki dalam harmoni, merayakan Milad ke-48 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI) dengan semangat yang membuncah.

​Tepat pukul 07.00 WIB, seremoni Jalan Santai dilepas, menandai puncak perayaan yang bukan hanya tentang raga yang bugar, tetapi juga ruh yang terawat. Di setiap langkah peserta, tersimpan denyut harapan dan kebersamaan. Atmosfer kian bergelora dengan panggung hiburan yang menghadirkan suara merdu Alfin Habib, bintang Dangdut Academy Indosiar, serta janji hadiah bernilai puluhan juta rupiah yang menjadi pemantik semangat.

​Mengetuk Gerbang Emas, Menjemput Masa Depan

​Di balik kemeriahan ini, tersimpan sebuah gagasan besar yang menjadi jiwa perayaan. Ketua DPD BKPMRI Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., mengungkapkan, tema Milad kali ini, “Gerbang Emas Menuju Indonesia Emas,” adalah sebuah manifesto. Ini adalah cerminan cita-cita luhur BKPMRI untuk menjadi pintu cahaya bagi lahirnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan bernapaskan cinta tanah air.

​“Langkah kaki yang kita ayunkan hari ini bukan sekadar untuk membakar kalori, tetapi untuk menyalakan kembali api semangat ruhani,” ujar Ayi dengan sorot mata penuh keyakinan. “Di dalam kebersamaan ini, ada jalinan silaturahmi yang kita pererat, ada iman yang kita pertebal, dan ada tekad yang kita pantapkan untuk menjadi bagian dari pembangunan bangsa.”

​Sinergi Harmonis Membangun Negeri

​Ayi Subhan menegaskan, perjalanan BKPMRI tidak pernah menjadi sebuah gerak tunggal. Selama ini, lembaga dakwah tersebut telah menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah Sumedang, menenun sinergi yang harmonis untuk memperkuat fondasi karakter generasi muda.

​Menurutnya, sebuah bangsa tidak dibangun hanya dengan menara beton dan bentang jalan tol. Kekokohan sesungguhnya terletak pada akhlak mulia para penerusnya.

​“Kami di BKPMRI berkomitmen penuh untuk menjadi sauh bagi pembangunan karakter. Kami ingin memastikan bahwa kemajuan zaman diimbangi dengan keteguhan iman dan budi pekerti. Inilah kontribusi kami, menjadi rekan pemerintah dalam melahirkan pemuda-pemudi yang tangguh,” jelasnya.

​Ikhtiar di Usia Matang, Asa untuk Indonesia

​Jalan santai ini menjadi muara dari serangkaian kegiatan yang telah digelar sebelumnya. Berbagai perlombaan dan bakti sosial telah menjadi anak sungai yang mengalirkan manfaat nyata bagi masyarakat, membuktikan bahwa Milad BKPMRI adalah tentang memberi, bukan sekadar merayakan.

​Bagi Ayi, usia 48 tahun bukanlah sekadar deret angka. Ia adalah sebuah tonggak peneguhan, penanda konsistensi perjuangan dan kematangan dalam berkiprah.

​“Pada usia yang matang ini, BKPMRI harus menjadi garda terdepan, menjadi kawah candradimuka bagi generasi Qur’ani—generasi yang tidak hanya sholeh dan sholehah, tetapi juga sehat, cerdas, kreatif, mandiri, dan berjiwa sosial,” pungkasnya.

​Dengan derap langkah yang menyatu dalam irama kebersamaan, Milad ke-48 BKPMRI Sumedang menjadi sebuah penegasan. Bahwa di tengah deru modernitas, gerakan moral dan spiritual akan selalu menjadi denyut nadi utama yang menjaga Indonesia tetap berjalan di rel cita-cita emasnya.

Elang Salamina