LSM LIN Jabar: Jangan Tumpangi Kasus dengan Narasi Sepihak, Usut Tuntas Dugaan Korupsi dan Oknum Wartawan Gadungan
Sumedang, Infojabaronline.com – Menanggapi polemik dugaan pemerasan terhadap perangkat Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, yang sebelumnya dilaporkan oleh DPC APDESI Sumedang ke Polres Sumedang, Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN) Jawa Barat, Yusuf, SH, angkat bicara.
Menurutnya, kasus ini tidak bisa dilihat secara hitam putih. Ia menegaskan bahwa LSM LIN mendukung penegakan hukum atas tindakan pemerasan yang dilakukan oleh siapa pun, termasuk oknum yang mengaku wartawan. Namun di sisi lain, Yusuf meminta agar aparat penegak hukum juga mengusut substansi awal dari persoalan tersebut, yakni dugaan adanya penyimpangan pengelolaan anggaran desa.
“Jangan sampai kasus ini digiring seolah-olah pemerintah desa adalah korban mutlak, sementara dugaan korupsinya dikaburkan. Kalau benar ada oknum yang memeras, tangkap. Tapi jangan sampai ini dijadikan tameng oleh kepala desa yang sedang panik karena kebobrokannya terendus,” tegas Yusuf saat dihubungi wartawan, Jumat (28/6/2025).
Yusuf menyebut, modus seperti ini kerap terjadi ketika ada investigasi dari media atau LSM terhadap proyek desa yang diduga bermasalah, pihak desa justru buru-buru membangun narasi seolah mereka diintimidasi oleh pihak luar.
“Padahal belum tentu juga oknum yang dilaporkan itu benar-benar wartawan. Bisa jadi hanya orang suruhan yang digunakan untuk memanfaatkan situasi. Tapi intinya, harus diusut tuntas dua-duanya siapa pelaku pemerasan, dan apa yang sebenarnya terjadi dengan pengelolaan dana Bumdes Ciuyah,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dana desa dan Bumdes adalah uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Pemerintah desa, menurutnya, jangan alergi terhadap kontrol publik, apalagi terhadap temuan yang disampaikan media atau lembaga masyarakat.
“Jika tidak ada yang disembunyikan, kenapa harus takut diperiksa atau diberitakan?” tanya Yusuf retoris.
LSM LIN Jawa Barat, tambahnya, tengah melakukan penelusuran terhadap pengelolaan anggaran desa di beberapa wilayah di Sumedang, termasuk Desa Ciuyah, sebagai bagian dari misi pengawasan publik.
“Laporan ke polisi itu sah-sah saja, tapi jangan dijadikan alat untuk membungkam kritik atau upaya pembongkaran dugaan korupsi. Semua pihak harus introspeksi, dan mari kita percayakan pada proses hukum yang objektif,” pungkas Yusuf.**


