Home » Ditjen GTK Dorong Guru Terapkan Pembelajaran Mendalam yang Holistik

Ditjen GTK Dorong Guru Terapkan Pembelajaran Mendalam yang Holistik

Red. INFO JABAR ONLINE – Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) di ruang kelas. Program ini diharapkan menjadi sarana bagi guru untuk menciptakan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Melalui unggahan resmi di media sosial, Ditjen GTK menekankan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar kegiatan mencairkan suasana (ice breaking), menghafal rumus, atau menyalin modul ajar. Esensi dari pendekatan ini adalah memuliakan murid melalui pembelajaran yang mendorong berpikir kritis, mengasah empati, mengembangkan intuisi, serta menjaga kesehatan fisik.

“Proses ini melibatkan aspek holistik murid, mencakup olah pikir (kognitif), olah hati (emosi), olah rasa (intuisi), dan olahraga (fisik),” tulis keterangan resmi Ditjen GTK.

Bagi guru, pembelajaran mendalam menjadi kesempatan untuk berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses belajar secara utuh. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga membimbing murid membangun keterampilan hidup, kesadaran diri, dan kegembiraan dalam belajar.

Pendekatan ini sejalan dengan visi Merdeka Belajar yang digagas pemerintah, yaitu mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berpihak pada peserta didik. Ditjen GTK mengajak seluruh guru untuk menjadikan pembelajaran mendalam sebagai praktik nyata di kelas, sehingga setiap murid berkembang sesuai potensi terbaiknya.**

                                                                AdoNs.Red/01**)

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek mengajak sekolah di seluruh Indonesia menerapkan pembelajaran mendalam. Pendekatan ini menempatkan murid sebagai pusat proses belajar, menggabungkan olah pikir, hati, rasa, dan fisik untuk menciptakan kelas yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Sumber : Kemendikdasmen