Home » Jalan Kaum Jatisari: Bukti Konkret Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pembangunan Desa

Jalan Kaum Jatisari: Bukti Konkret Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pembangunan Desa

SUMEDANG, INFOJABARONLINE — Pembangunan infrastruktur di tingkat desa kerap menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintahan daerah dalam menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat. Salah satunya terlihat dari hasil pekerjaan pembangunan atau rehabilitasi jalan di Dusun Kaum, RW 04, Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, yang kini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, pelaksana, dan masyarakat.

Proyek dengan panjang 260 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 3 sentimeter ini dibiayai dari anggaran Sarana dan Prasarana (Sarpras) Provinsi Jawa Barat sebesar Rp.98 juta. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, pekerjaan tersebut dinilai sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun kontrak yang berlaku. Aspek panjang, lebar, hingga ketebalan lapisan aspal memenuhi standar teknis sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan.

Ai Jangge pelaksana proyek

AI Jangge selaku pelaksana proyek menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin bermain-main dengan kualitas. 

“Kami mengerjakan sesuai spesifikasi dan kontrak. Karena bagi kami, setiap proyek bukan hanya tanggung jawab pekerjaan, tapi juga tanggung jawab moral,” ujarnya. Prinsip itu menjadi pegangan utama dalam setiap pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kualitas pekerjaan yang baik tak hanya menjamin umur panjang jalan, tapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksana dan pemerintah desa. Dalam konteks pembangunan daerah, kepercayaan adalah fondasi yang sering kali lebih mahal daripada beton dan aspal itu sendiri.

Kepala Desa Jatisari, Yayat Khaerul Ansor, mengapresiasi hasil pekerjaan yang dianggap sesuai ekspektasi. 

“Kami bersyukur karena hasilnya memuaskan. Jalan ini bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tapi juga akan berdampak pada pergerakan ekonomi desa,” ujarnya. 

Ia menilai, perbaikan infrastruktur jalan menjadi langkah penting dalam mendukung aktivitas pertanian dan perdagangan kecil yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi warganya.

Dalam konteks pembangunan desa, proyek semacam ini memegang peran strategis. Jalan yang baik bukan hanya memudahkan kendaraan melintas, tapi juga membuka akses menuju peluang baru, baik dalam ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan publik.

Dengan selesainya proyek Jalan Dusun Kaum ini, Pemerintah Desa Jatisari berharap keberlanjutan pembangunan tetap terjaga. Sebab, sebagaimana jalan yang diaspal dengan ketelitian, pembangunan pun harus ditempuh dengan kesungguhan, akuntabilitas, dan komitmen bersama.

Pembangunan infrastruktur desa sejatinya bukan sekadar urusan fisik, melainkan cermin dari tata kelola yang baik (good governance), di mana setiap rupiah anggaran digunakan secara transparan dan setiap hasil pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan di depan publik. Jalan Kaum Jatisari kini menjadi salah satu contoh kecil, bagaimana pembangunan yang tepat sasaran mampu menebar manfaat luas tanpa meninggalkan jejak keraguan di atas permukaannya.

Elang Salamina