Home » Gubernur Jabar Hadiri Puncak Festival Budaya di Sumedang

Gubernur Jabar Hadiri Puncak Festival Budaya di Sumedang

Sumedang, Infojabaronline.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Puncak Gelar Festival Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-447 Kabupaten Sumedang yang digelar di Lapangan Upacara PPS, Sabtu (26/4/2025). Kehadiran Gubernur disambut hangat oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, jajaran Forkopimda, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Bupati Dony menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran Gubernur yang dinilai membawa semangat baru dalam kepemimpinan daerah. Menurutnya, kehadiran tersebut memberikan dorongan moral dan inspirasi, terutama terkait ketegasan dan komitmen pemimpin dalam menyelesaikan persoalan hukum dan ketertiban umum.

“Saya merasa bersyukur dan berbahagia karena Pak Gubernur datang langsung untuk memotivasi serta menginspirasi kami, terutama ketegasan beliau dalam menyelesaikan persoalan dan menertibkan pelanggaran hukum,” ujar Dony.

Ia menegaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang siap menjalankan arahan dan kebijakan yang disampaikan Gubernur karena sejalan dengan program prioritas pembangunan daerah.

“Ini merupakan hari yang luar biasa. Hari jadi Sumedang dirayakan dengan kehadiran langsung Pak Gubernur, yang memberikan motivasi melalui pendekatan budaya. Rakyat pun sangat antusias dan senang,” tambahnya.

Menurut Dony, pendekatan edukatif melalui hiburan menjadi strategi komunikasi yang efektif. “Penyampaian pesan melalui pertunjukan budaya seperti ini sangat menyentuh dan mampu mengubah pola pikir masyarakat. Arahan, motivasi, dan pembekalan yang disampaikan terasa membumi dan berdampak,” jelasnya.

Festival Budaya ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-447 Kabupaten Sumedang, yang menampilkan berbagai pertunjukan seni lokal, budaya tradisional, serta partisipasi masyarakat lintas generasi.

Bagi kami, insan media yang turut menyaksikan langsung jalannya kegiatan ini, kehadiran Gubernur bukan sekadar simbol seremonial, melainkan bentuk nyata kepemimpinan yang hadir untuk mendengar, menyapa, dan menggerakkan. Dalam konteks pembangunan masyarakat yang partisipatif, pendekatan yang dilakukan Gubernur Dedi Mulyadi melalui dialog budaya menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah bisa membangun kedekatan emosional dengan rakyatnya.

Pencerahan yang disampaikan lewat cara-cara yang humanis dan membumi bukan hanya memotivasi aparatur, tapi juga menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Ini menunjukkan bahwa edukasi publik bisa dilakukan secara efektif melalui budaya yang mengakar.

Momentum ini menjadi cerminan bahwa pemimpin sejati tidak hanya hadir dalam keputusan formal, tetapi juga dalam keteladanan, keberanian menyampaikan kebenaran, serta kemampuan menginspirasi melalui aksi langsung di lapangan.**                                                                                                                                                 (dNy_1)