Dua Prestasi dalam Sepekan, DPKP Sumedang Buktikan Kepemimpinan Visioner Tono Suhartono
SUMEDANG, INFOJABARONLINE – Dalam kurun waktu hanya sepekan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang di bawah komando Tono Suhartono, S.P., M.M., berhasil menorehkan dua capaian gemilang yang menegaskan arah kepemimpinan yang visioner dan berorientasi hasil nyata.
Prestasi pertama diraih saat DPKP Sumedang menerima penghargaan dari Bupati Sumedang atas kontribusinya dalam percepatan keuangan daerah tahun 2024. Penghargaan ini menjadi bukti konkret bahwa tata kelola keuangan dinas tersebut berjalan efektif, transparan, dan mendukung percepatan pembangunan di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Tak berhenti di situ, Tono dan jajarannya kembali menorehkan prestasi tingkat provinsi dengan masuk lima besar dalam ajang bergengsi West Java Investment Summit (WJIS) 2025, kategori Integrasi Pengembangan Padi Organik Berbasis Ekonomi Sirkuler. Ajang yang digelar di Puliman, Grand Central, Jumat (14/11/2025) itu menjadi panggung pembuktian bahwa inovasi pertanian di Sumedang tidak hanya berbicara di tataran lokal, tetapi juga diakui di level regional.
Menurut Tono, keberhasilan tersebut tidak lepas dari semangat kolaboratif seluruh unsur di DPKP Sumedang serta dukungan kuat Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendorong pertanian yang maju dan berkelanjutan.
“Kami hanya melanjutkan semangat besar Bupati Sumedang untuk menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Semua capaian ini adalah hasil kerja kolektif, bukan kerja satu orang. Kami ingin pertanian Sumedang tidak hanya produktif, tapi juga adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Tono dengan nada rendah hati
Tono menegaskan bahwa konsep ekonomi sirkuler dalam pengembangan padi organik menjadi langkah strategis menuju pertanian modern dan ramah lingkungan. Pendekatan ini menitikberatkan pada efisiensi penggunaan sumber daya dan pemanfaatan kembali limbah pertanian menjadi energi atau pupuk organik, yang pada akhirnya menciptakan sistem pertanian berkelanjutan.
Selain mengangkat citra pertanian Sumedang, dua prestasi ini juga menjadi simbol keberlanjutan kebijakan pembangunan daerah. DPKP di bawah kepemimpinan Tono tampak memahami bahwa keberhasilan bukan hanya tentang hasil, melainkan tentang membangun sistem kerja yang akuntabel, inovatif, dan berpihak pada kesejahteraan petani.
Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun humanis, Tono Suhartono menjadikan DPKP Sumedang bukan sekadar institusi teknis, melainkan motor penggerak perubahan di sektor pangan. Dalam tempo singkat, arah kebijakannya memperlihatkan paduan antara visi pembangunan berkelanjutan dan kesadaran ekologis, sebuah harmoni antara tanggung jawab birokratis dan nurani ekologis yang kini mulai terasa hasilnya di bumi Sumedang.
Elang Salamina


