Drs. Edeng Sutarya, Memimpin dengan Hati, Mengubah dengan Strategi
DALAM kajian kepemimpinan pendidikan, peran seorang kepala sekolah dan ketua forum profesional seperti MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) sangat strategis dalam mengarahkan transformasi mutu pendidikan. Di Kabupaten Sumedang, sosok Drs. Edeng Sutarya, M.Pd menampilkan model kepemimpinan yang tidak hanya efektif dalam manajemen sekolah, namun juga reflektif terhadap nilai-nilai etika kepemimpinan, kolaborasi antar institusi, dan visi jangka panjang pembangunan pendidikan.
Sebagai Ketua MKKS SMP Kabupaten Sumedang sekaligus Kepala SMP Negeri 1 Sumedang, Edeng Sutarya mengedepankan paradigma kepemimpinan transformasional yang ditandai dengan kemampuannya menginspirasi, memotivasi, dan membimbing para kepala sekolah lainnya untuk berinovasi dalam praktik pendidikan. Ia tidak hanya bertumpu pada pendekatan struktural, tetapi juga membangun sense of belonging dan semangat kolektif antar pemimpin sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan berdaya saing.
Karakteristik Kepemimpinan yang Humble namun Strategis
Salah satu aspek yang menonjol dari kepemimpinan Edeng adalah sifatnya yang humble—rendah hati dalam berinteraksi, namun tetap menunjukkan ketegasan dalam pengambilan keputusan strategis. Pendekatan ini sejalan dengan teori servant leadership yang menekankan pentingnya pemimpin sebagai pelayan, bukan penguasa. Dalam konteks ini, Edeng memposisikan dirinya sebagai fasilitator dalam berbagai forum MKKS, menjadikan ruang tersebut tidak hanya sebagai forum diskusi administratif, tetapi juga sebagai wadah refleksi bersama terhadap tantangan dan peluang pendidikan lokal.
Di tingkat institusional, SMPN 1 Sumedang di bawah kepemimpinannya mengalami berbagai kemajuan signifikan, baik dalam aspek tata kelola, pengembangan karakter siswa, hingga inovasi pembelajaran berbasis digital. Ini mencerminkan kapasitasnya dalam menerapkan prinsip-prinsip school-based management yang efektif—di mana otonomi sekolah dimaksimalkan untuk kepentingan peningkatan mutu layanan pendidikan.
Kontribusi terhadap Penguatan Ekosistem Pendidikan Daerah
Sebagai Ketua MKKS, Edeng tidak hanya fokus pada pengembangan institusi yang ia pimpin, melainkan juga aktif mengorkestrasi kolaborasi lintas sekolah. Ia memahami bahwa kemajuan pendidikan daerah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan strategi kolektif yang terintegrasi. Dalam banyak kesempatan, ia memfasilitasi pelatihan, seminar, serta program peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan arah kebijakan nasional.
Pendekatan tersebut berkontribusi pada terbentuknya jejaring profesional yang kuat di antara para kepala SMP se-Kabupaten Sumedang, di mana kolaborasi, saling belajar, dan praktik berbagi inovasi menjadi budaya kerja yang dikembangkan. Hal ini memperkuat learning community yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan Kurikulum Merdeka, perubahan teknologi, serta disrupsi sosial yang berdampak pada dunia pendidikan.
Kepemimpinan Drs. Edeng Sutarya, M.Pd merepresentasikan sosok kepala sekolah sekaligus pemimpin komunitas pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian jangka pendek, melainkan membangun fondasi keberlanjutan pendidikan melalui pendekatan yang partisipatif, reflektif, dan berbasis nilai. Kombinasi antara integritas moral, kecakapan manajerial, dan kapasitas kolaboratif menjadikan Edeng Sutarya bukan hanya sebagai figur administratif, tetapi juga sebagai thought leader dalam ekosistem pendidikan Sumedang.
Dalam konteks pembangunan pendidikan nasional yang menuntut transformasi dari bawah, kepemimpinan seperti inilah yang menjadi harapan sekaligus model untuk direplikasi di wilayah lain.
Elang Salamina


