Dayat Hidayatulah: Dari Lorong Pengabdian Menuju Nahkoda Bidang Pendidikan Dasar Disdik Sumedang
Oplus_0
SUMEDANG INFOJABARONLINE – Sore itu, Jumat, 7 Agustus 2025, langit Sumedang berwarna biru pucat. Udara hangat khas kota ini menyelimuti Gedung Negara, tempat di mana sejarah kecil bagi dunia pendidikan akan tercatat. Di balik deretan kursi yang rapi dan sorot lampu yang hangat, seorang pria berdiri tegap. Wajahnya tenang, namun sorot matanya menyimpan campuran rasa haru, bangga, sekaligus tekad yang membara. Namanya: Dayat Hidayatulah, S.Pd.
Hari itu, ia resmi dilantik Bupati Sumedang sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Sumedang. Sebuah posisi strategis yang akan menentukan arah pendidikan anak-anak di usia emas mereka. Sebuah amanah yang lahir bukan karena kebetulan, tetapi hasil dari perjalanan panjangnya di Dinas Pendidikan.
Selama bertahun-tahun, Dayat telah mengakrabi denyut nadi pendidikan dasar Sumedang. Ia bukan hanya mengenal angka-angka dan laporan, tetapi juga memahami wajah-wajah guru yang bekerja tanpa pamrih, anak-anak yang berjuang di sekolah sederhana, dan tantangan yang mengadang di pelosok kampung.
“Ini bukan sekadar jabatan. Ini tanggung jawab yang harus saya jawab dengan kerja nyata,” ucapnya lirih, namun penuh keyakinan, sesaat setelah pelantikan.
Dayat tahu, dunia pendidikan bukan panggung untuk mencari tepuk tangan. Ia adalah ruang pengabdian yang menuntut kesabaran, inovasi, dan keberanian mengambil keputusan. Karena itu, ia berjanji memberikan yang terbaik bagi Sumedang. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kebijakan Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E. yang dianggapnya memiliki visi jelas.
“Seluruh program Pak Kadis, saya yakin demi kemajuan pendidikan. Tugas saya memastikan semua itu berjalan sampai ke lapangan, sampai ke kelas-kelas tempat anak-anak kita belajar,” ujarnya.
Namun Dayat sadar, ia tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan adalah kerja bersama. Dukungan guru, kepala sekolah, orang tua, hingga masyarakat adalah bahan bakar yang akan menggerakkan semua program. “Kita semua harus bergandengan tangan. Karena setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini, akan menentukan masa depan anak-anak Sumedang,” tegasnya.
Pelantikan itu menandai awal babak baru. Dari lorong-lorong dinas yang telah ia tapaki selama ini, kini Dayat berada di posisi kemudi. Tantangan di depan jelas tidak ringan — mulai dari pemerataan kualitas sekolah, peningkatan kompetensi guru, hingga memastikan setiap anak mendapat hak belajar yang layak.
Namun, jika tekad itu bisa diwujudkan, kelak sejarah akan mencatat bahwa di bawah kepemimpinannya, pendidikan dasar Sumedang tidak hanya berkembang di atas kertas, tapi benar-benar menyentuh hati dan kehidupan warganya.
Di luar gedung, matahari mulai meninggi. Langit biru perlahan berubah terang. Seperti sebuah isyarat: perjalanan baru Dayat Hidayatulah sebagai nahkoda pendidikan dasar Sumedang telah dimulai. (Elang Salamina)


